Pembangunan San Diego Hills Yang Telah Berjalan

Published on Author admin

Untuk fasilitas pajak tidak langsung untuk sektor hulu migas dan transfer bunga yang ikut serta, sedang difinalisasi bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, katanya. Dalam pandangannya, Kementerian Keuangan juga akan menyelesaikan beberapa kebijakan terkait penerimaan valuta asing dari ekspor dengan Bank Indonesia. Mereka menempatkan hasil ekspor devisa dari ekspor sumber daya alam dalam bentuk simpanan di negara itu. Angka PPh hanya 10 persen dari 15 persen sebelumnya. Selama tiga bulan, setoran PPh final adalah 7,5 persen, dan selama 6 bulan, TI lebih dari nol persen, tambahnya.

Pembangunan San Diego Hills Yang Telah Berjalan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa jika dikonversi ke rupiah, insentif akan lebih besar, yaitu 7,5 persen sebulan dan 5,0 persen tiga bulan. Pihaknya segera menyelesaikan draft PMK tentang penggunaan nilai buku dalam konteks penggabungan, konsolidasi, dan ekspansi bisnis. Kami akan menyelesaikannya untuk meningkatkan kapasitas perusahaan untuk melakukan merger, akuisisi, dan mengadakan perusahaan, ungkapnya.

Presiden Direktur produsen vaksin Indonesia, PT Bio Farma, Rahman Roestan, mengatakan bahwa sejumlah negara Timur Tengah tertarik untuk mengadopsi teknologi Indonesia untuk memproduksi vaksin.

Kami telah diminta untuk mentransfer kompetensi kami dalam produksi vaksin ke Arab Saudi. Ini berarti bahwa vaksin Indonesia dipercaya, Roestan menyatakan di sela-sela Pertemuan Pertama Kepala Otoritas Pengatur Obat-obatan Nasional (NMRA) dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diadakan di sini pada hari Rabu.

Menurutnya, kapasitas Bio Farma untuk memproduksi vaksin dan produk biotek lainnya adalah keunggulan, dan karenanya, dituntut oleh negara-negara Timur Tengah.

Otoritas Saudi kini telah menandatangani kerja sama terkait dengan transfer teknologi vaksin. Selain Saudi, Roestan menunjukkan bahwa negara-negara Islam lain yang juga menjajaki transfer pengetahuan adalah Maroko, Tunisia, Senegal, Turki, dan negara-negara Afrika Utara.

Eksplorasi telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dalam memproduksi dan membangun pabrik obat, kelayakan pasti merupakan suatu keharusan. Itu tidak bisa dilakukan secara instan, katanya.

Dia menyambut baik niat sejumlah negara untuk mentransfer teknologi Indonesia. Dia menambahkan bahwa jika negara-negara OKI memiliki kapasitas yang sama dalam produksi vaksin, maka sektor kesehatan di negara-negara ini akan membaik.

Dia mencatat bahwa ada 57 negara anggota OKI, dan hanya sedikit dari mereka yang dapat memproduksi vaksin dan obat-obatan secara mandiri. Akibatnya, anggota OKI, beberapa di antaranya adalah negara berkembang dan tertinggal, harus mengeluarkan banyak uang untuk produk farmasi. Padahal, negara membutuhkan dana untuk membangun sektor lain.

Setidaknya, ada 100 industri vaksin di dunia, yang 30 di antaranya telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Industri vaksin Indonesia adalah satu dari 30 industri yang telah diakui oleh WHO, Roestan menunjukkan.

Pengakuan ini tidak hanya tentang standar produk tetapi juga pengawasan farmasi, katanya, menambahkan bahwa ada tujuh negara OKI yang memiliki pabrik vaksin, yang dua di antaranya diakui oleh WHO, yaitu Senegal dan Indonesia.

Namun, Senegal hanya memproduksi vaksin demam kuning untuk Afrika Barat dan Afrika Tengah. Sementara itu, Indonesia mengekspor 12 jenis vaksin ke 49 negara Muslim. Secara total ada 141 negara tujuan untuk produk vaksin Indonesia, kata Roestan.

Ini menunjukkan bahwa teknologi vaksin belum merata di antara negara-negara OKI. Oleh karena itu, kepemimpinan Indonesia diharapkan untuk menyamakan distribusi kemampuan produksi vaksin di antara negara-negara anggota.

Roestan menegaskan bahwa Bio Farma siap membantu negara-negara OKI untuk mandiri dalam produksi vaksin.